Penting! Info Parenting Mendidik Anak yang Sering Membantah

Share:
Punya anak yang suka membantah tentu membuat setiap orang tua sedih. Dalam masalah tertentu, hal ini masih dianggap wajar, karena anak juga belajar untuk berargumen. Nah, agar kemampuan mereka ini sesuai pada tempatnya, simak info parenting berikut yang mengupas tentang bagaimana cara mendidik anak yang suka membantah.

Mendidik Anak yang Sering Membantah

Mendengarkan Bantahan Mereka
Saat pertama kali mendengar anak membantah perintah, mungkin ada orang tua yang kaget, langsung sedih, atau memarahi mereka. Sebenarnya ketiga hal tersebut bukanlah solusi bijak. Sebaiknya, dengarkan dulu isi bantahan mereka sehingga Anda tahu apa alasannya sampai tidak patuh dan mengungkapkan kalimat yang bertolakbelakang dengan perintah Anda.

Mendengarkan bantahan mereka tanpa harus bersitegang juga bisa menjadi bentuk perhatian bagi si anak. Merek merasa dihargai karena argumennya didengarkan. Nah, jika anak sudah lebih tenang, Anda bisa mulai untuk berkomunikasi dari hati ke hati.

Selalu Bersikap Tegas
Bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang pada anak-anak merupakan salah satu perintag agama. Tapi, dalam kelembutan tersebut, tetap tidak boleh meniadakan kedisiplinan dan kesan tegas pada diri Anda.

Info parenting yang satu ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan cara mendidik anak dengan keras. Kalau disiplin memang harus, tapi hindari menciptakan suasana pendidikan militer dalam keluarga. Cukup gunakan kalimat lemah lembut tapi berwibawa. Hal ini bertujuan agar anak tidak mengulangi kesalahan yang sudah diperbuatnya.

Jalin Keakraban dengan Anak
Jika Anda sering menonton film barat yang menceritakan tentang drama keluarga, hampir selalu ada adegan yang mempertontonkan anak yang membantah perintah orang tuanya. Menurut beberapa sumber, hal ini bisa terjadi karena ikatan emosional antara anak dan orang tua yang masih renggang.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mempererat ikatan emosional tersebut. Jalin kedekatan atau keakraban sehingga anak bisa lebih terbuka. Mereka pun bisa menyalurkan isi hatinya bukan dengan cara membantah perintah orang tua.

Introspeksi Diri
Jangan pernah menganggap diri benar, bahkan di hadapan seorang anak sekalipun yang kerap dianggap ‘bocah ingusan’. Bantahan anak bisa dipicu oleh perilaku orang tua yang dianggap tidak bijak. Contoh kecilnya adalah saat memperlakukan mereka dengan tidak adil.

Dengan membantah perintah Anda, mungkin sebagai bentuk penyaluran atau protes mereka terhadap perilaku tidak adil yang kadang tidak disadari sebagian besar orang tua. Beri perhatian yang sama besarnya pada mereka seperti pada kakak dan adik mereka.

Kemudian, jika ada anak yang sakit dan butuh perhatian lebih, beri pengertian pada saudara-saudaranya yang lain. Ikut sertakan mereka untuk membantu merawat saudaranya yang sedang sakit. Bahkan, hanya dengan meminta mereka mengambilkan mangkuk bubur, bisa sangat berarti karena adanya pengakuan dan ikatan keluarga yang semakin terjalin erat.

Info parenting lainnya yang perlu Anda ketahui adalah perlunya memberi konsekuensi yang sekiranya bisa ditanggung anak. Harapannya, anak tidak akan mengulangi ketidaksopanannya tersebut. Semua info bagaimana menjalin hubungan yang baik anatara orang tua dan anak ini bisa Anda dapatkan dari Orami Magazine. Dijamin lengkap!

No comments